BERAU, – Gangguan jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV) yang menghubungkan Maloy–Talisayan berdampak pada pasokan listrik di Kabupaten Berau. Kerusakan tiga tower transmisi disebut menyebabkan kekurangan pasokan hingga 11 megawatt (MW), sehingga PLN terpaksa menerapkan pemadaman bergilir.
Persoalan ini memicu protes mahasiswa dan perwakilan masyarakat yang mendatangi kantor PLN Berau pada Selasa (27/10/2026) malam. Massa mendesak perusahaan listrik negara tersebut segera menuntaskan perbaikan sekaligus memastikan pemadaman berulang tidak terus membebani masyarakat.
Gangguan kelistrikan diketahui terjadi sejak Minggu (25/10/2026) pukul 16.30 WITA. Dalam pemberitahuan resminya, PLN menyebut gangguan pada jaringan transmisi 150 kV menjadi salah satu kendala utama penyaluran listrik. Penanganan dilakukan oleh personel gabungan untuk mempercepat pemulihan sistem.
Manajer PLN UP3 Berau, Erwinton Naibaho, menjelaskan bahwa gangguan berkaitan dengan kendala teknis pada sistem interkoneksi Mahakam dan Barito. Selain itu, kerusakan tower transmisi di jalur Talisayan–Maloy turut menghambat penyaluran tenaga listrik.

“Tim kita sudah sampai di lapangan dan sedang melakukan upaya perbaikan,” terang Erwinton dalam penjelasannya.
Bupati Turun Tangan, Rapat Koordinasi Digelar
Di tengah keresahan masyarakat, Bupati Berau sebelumnya menemui massa aksi dan menjelaskan bahwa gangguan terjadi setelah pohon bangris menimpa jaringan interkoneksi di wilayah Talisayan.
Sebagai langkah penanganan sementara, mesin pembangkit di Tanjung Redeb dan Teluk Bayur dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik. Bupati meminta masyarakat bersabar sembari berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan.
Menindaklanjuti desakan masyarakat, Bupati Berau kembali menggelar rapat koordinasi tertutup pada Rabu (28/10/2026) pagi. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas persoalan kelistrikan yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam klarifikasi yang disampaikan PLN Berau, gangguan jaringan akibat pohon yang menimpa kabel interkoneksi disebut menyebabkan tiga tower transmisi roboh. Dampaknya, pasokan listrik mengalami kekurangan sekitar 11 MW sehingga pemadaman bergilir diberlakukan.
Tower Cadangan Didatangkan, 92 Mantpower Dikerahkan,
Untuk mempercepat pemulihan, tower cadangan didatangkan dari Samarinda dan Balikpapan. Sebanyak 92 personel atau tenaga kerja (manpower) disebut disiapkan untuk mendukung pekerjaan perbaikan di lokasi yang ditarget penyelesaian perbaikan, selesai pada 1 September 2026 sehingga pasokan listrik di Berau kembali membaik.
Terkait dampak pemadaman, PLN menyampaikan skema kompensasi berupa penambahan nilai energi dalam kilowatt-hour (kWh) bagi pelanggan prabayar serta pengurangan tagihan bagi pelanggan pascabayar, sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, masyarakat tidak hanya membutuhkan kompensasi atas gangguan yang terjadi. Kepastian pasokan listrik dan pencegahan gangguan berulang menjadi tuntutan utama, mengingat pemadaman dapat mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha, pelayanan publik, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
Mitigasi Risiko Dipertanyakan
Desakan mahasiswa dan perwakilan masyarakat juga menyoroti pentingnya mitigasi risiko pada jaringan transmisi. Insiden pohon tumbang yang berujung pada robohnya tower menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan PLN dalam mengantisipasi potensi gangguan, termasuk pemeriksaan jalur transmisi, pengendalian vegetasi di sekitar jaringan, serta kesiapan infrastruktur cadangan.
Peristiwa ini menjadi perhatian bagi PLN dalam mengevaluasi sistem pengamanan jaringan dan pola pemeliharaan infrastruktur jaringan listrik luar, sehingga kendala pasokan listrik tidak kembali terulang.
(*Red)












