BERAU, – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pendidikan terus mengoptimalkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah menerangkan kebijakan telah dijalankan mulai dari bantuan perlengkapan sekolah, pelestarian budaya lokal, hingga pemerataan layanan pendidikan ke wilayah pesisir.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemberian perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik baru. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk membantu 11.717 siswa yang terdiri dari murid kelas I SD dan kelas VII SMP di seluruh Kabupaten Berau.
Melalui program tersebut, Kadisdik Berau terus berupaya bagi setiap siswa memperoleh paket perlengkapan yang mencakup seragam sekolah, seragam pramuka, pakaian batik, tas, serta alat tulis. Himbauan pada seluruh satuan pendidikan agar tidak membebankan pembelian seragam tambahan kepada para orang tua.
Selain meningkatkan pelayanan pendidikan, Disdik Berau juga memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui penerapan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SMP. Kebijakan ini mulai diterapkan pada tahun ajaran baru berdasarkan Peraturan Bupati Berau Nomor 28 Tahun 2025.
“Kita dukung pelaksanaan pembelajaran tersebut, pemerintah telah menyiapkan buku panduan beserta bahan ajar. Ke depan, program ini direncanakan diperluas hingga jenjang SD agar generasi muda semakin mengenal dan melestarikan bahasa serta budaya daerah”, ungkapnya.
Upaya pemerataan pendidikan juga diwujudkan melalui pembentukan Desa Binaan Pendidikan Kesetaraan di beberapa kampung Biduk-Biduk, Giring-Giring, dan Teluk Sulaiman. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal untuk mengikuti pendidikan Paket A, Paket B, maupun Paket C tanpa dipungut biaya, dengan ijazah yang memiliki pengakuan resmi.
Di bidang infrastruktur, Dinas Pendidikan terus memprioritaskan rehabilitasi sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan. Pembangunan rumah dinas guru juga menjadi bagian dari program pemerintah guna mendukung kenyamanan tenaga pendidik, khususnya yang bertugas di wilayah terpencil.
Sementara itu, peningkatan kesejahteraan guru tetap menjadi perhatian. Dinas Pendidikan berkomitmen mempercepat penerbitan surat keputusan bagi ratusan guru honorer agar memperoleh kepastian status serta hak-haknya, disertai peningkatan kompetensi melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia.
“Kami secara rutin melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memantau pelaksanaan kegiatan, mengevaluasi kendala di lapangan, serta memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas”, ujarnya.
Berbagai program tersebut terus dievaluasi dan diawasi secara berkelanjutan hingga terus berjalan sehingga kualitas pendidikan semakin meningkat, akses belajar semakin merata, dan setiap anak di Berau memperoleh hak atas pendidikan.












