BERAU, – Program pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) Solar Panel yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Kabupaten Berau pada akhir 2024 hingga awal tahun 2025 lalu, berbuah tanya warga.
Pasalnya hampir setiap titik lampu penerangan yang dipasang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan banyak tidak lagi berfungsi.
Salah satu lokasi yang dikeluhkan MY (45) warga RT 7 sambaliung, PJU berada di persimpangan antara Jalan Jalur III dan Bukit Berbunga, tepat di depan SMAN 4 Sambaliung. Tiang PJU dengan tinggi sekitar 15 meter masih berdiri kokoh, namun lampunya tidak menyala sehingga kondisi persimpangan jalan pada malam hari kembali gelap.
Keberadaan PJU tersebut kehilangan fungsi utamanya sebagai penerangan jalan dan penunjang keselamatan lalu lintas, khususnya di kawasan persimpangan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan lebih tinggi.
“Kalau lampunya mati seperti ini, untuk apa dipasang? Justru di persimpangan seperti ini penerangan sangat dibutuhkan agar pengguna jalan merasa aman,” ujarnya.
Tidak hanya di lokasi tersebut, masyarakat menyebut ratusan PJU tenaga surya yang dipasang dalam proyek satu dua tahun terakhir juga mengalami kerusakan atau tidak berfungsi. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pemeliharaan pasca-pembangunan.
Selain itu, informasi kontak perusahaan yang ditempel pada tiang PJU. Menurut mereka, nomor yang dicantumkan tidak memberikan respon pelayanan apapun, Saat dihubungi untuk menyampaikan laporan kerusakan dan langkah perbaikan yang jelas.
Masyarakat berharap Dinas Perhubungan Kabupaten Berau segera melakukan pendataan dan perbaikan terhadap PJU yang padam agar anggaran yang telah digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, warga menunggu tugas dan fungsi Dinas Perhubungan Kabupaten Berau maupun pihak penyedia PJU sebagai pemenang tender sebelumnya memperbaiki dan dapat memberi penyelesaian.












