BERAU, – Perusahaan daerah PT Migas Mandiri Pratama (MMP) Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke Lapangan Bella di Wilayah Kerja (WK) Bengara II, Kabupaten Berau. Kunjungan tersebut menjadi perhatian berbagai pihak, terutama terkait peluang pengembangan gas bumi dan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat serta pemerintah daerah. Rabu, (1/7/2026).
Praktisi dan Konsultan Migas, Ir. Zulkifli, M.T., atau yang akrab disapa Bang Zul, mengingatkan agar pengelolaan potensi migas di wilayah tersebut tidak melupakan hak Participating Interest (PI) untuk Kabupaten Berau.
“Jangan sampai terlupa PI untuk Berau. Kehadiran industri migas harus memberikan manfaat langsung bagi daerah penghasil, baik melalui pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja maupun pengembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, potensi gas di Lapangan Bella cukup strategis untuk mendukung pengembangan industri energi di wilayah Kalimantan Timur, termasuk peluang pembangunan fasilitas Mini LNG yang dinilai lebih fleksibel dan efisien untuk memenuhi kebutuhan energi lokal maupun industri.
Bang Zul juga mengungkapkan bahwa Direktur PT NES tengah menyiapkan pembangunan fasilitas Mini LNG di Lapangan Bella sebagai bagian dari upaya hilirisasi gas bumi di daerah.
“Rencana pembangunan Mini LNG oleh PT NES merupakan langkah strategis dalam hilirisasi gas bumi. Ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan nilai tambah gas bumi sekaligus mendukung ketahanan energi daerah,” katanya.
Dari sisi ekonomi, apabila produksi gas mencapai sekitar 7 MMSCFD, dengan pendekatan konversi 1 MSCF setara 1 MMBtu, maka potensi produksi energi mencapai sekitar 7.000 MMBtu per hari.
Dengan asumsi harga gas internasional sebesar US$6 per MMBtu dan kurs Rp16.500 per dolar Amerika Serikat, nilai ekonomi gas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp693 juta per hari atau setara Rp253 miliar per tahun. Sementara jika harga gas berada pada level US$8 per MMBtu, nilainya dapat meningkat menjadi sekitar Rp924 juta per hari atau sekitar Rp337 miliar per tahun.
Pengembangan Mini LNG dinilai mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar dibandingkan penjualan gas mentah. Selain membuka peluang pasar baru, fasilitas tersebut juga dapat mendukung kebutuhan energi industri, pembangkit listrik, dan sektor transportasi di wilayah Kalimantan dan Indonesia bagian timur.
“Pengembangan industri gas di WK Bengara II harus mengutamakan sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, investor, dan masyarakat, sehingga keberadaan proyek energi ini benar-benar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.” ulasannya..
Para pemangku kepentingan berharap pengembangan Lapangan Bella WK Bengara II dapat berjalan optimal dengan tetap mengedepankan kepentingan daerah, termasuk pemenuhan hak Participating Interest Kabupaten Berau sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga manfaat sumber daya alam dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat setempat.
Penulis : Praktisi dan Konsultan Migas, Ir. Zulkifli, M.T












