BERAU, – Kondisi disepanjang Sungai kini sangat mengkhawatirkan. Bemunculan buaya yang semakin kerap masuk di are permukiman membuat warga dituntut ekstra hati-hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.
Satwa predator satu ini termasuk hewan dilindungi justru kini pupulasinya dianggap meresahkan, karena berkembang cukup pesat menjadikannya liar dan membahayakan hidup berdekatan dengan aktivitas warga.
Setidaknya 4 (empat) kali dalam sebulan terakhir Warga melihat buaya masuk di kawasan pemukiman perkotaan, aliran kecil drainase bahkan hingga berada di badan jalan trotoar yang terjadi ketika permukaan air sungai pasang tinggi.
Kondisi ini tentu sangat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pinggir sungai sehari-hari beraktivitas menangkap ikan dengan memancing dan menjaring di sekitar perairan.
Menjadi dilema bagi warga antara satwa yang bersetatus dilindungi dan sekaligus menjadi predator membahayakan, karena mereka harus hidup berdampingan dengan teror buaya muara ini.
Tercatat setidaknya beberapa kasus warga diserang buaya bahkan korban hilang setelah diterkam. Kemunculan buaya sering kali terlihat seperti di hilir sungai Kelay, Kampung Kasai, Tanjung batu, Tabalar hingga di pesisir talisayan dan Biduk-biduk yang juga termasuk wilayah objek wisata.
Warga berharap peran pemerintah dari dinas terkait melakukan penanganan serius mengambil langkah penaggulangan persoalan buaya muara ni, baik melalui pemetaan habitat, penanganan populasi, maupun edukasi kepada masyarakat tentang cara menghindari satwa liar tersebut.
“Sejak dulu buaya memang banyak tapi jarang sekali menyerang manusia, berenang menyeberangi sungai masih aman, sekarang sangat bahaya, sering terjadi anak-anak, orangtua di terkam buaya, nelayan yang mancing dan menjaring disungai jadi korban”, ungkap Nadi nelayan pesisir Talisayan.
Warga berharap langkah pemerintah, tidak saja membiarkan satwa liar dilindungi bebas menjadi predator puncak habitat sungai, namun juga menjamin keselamatan masyarakat yang tinggal dan bergantung kehidupan di sekitar Sungai.
(*Red)













