SAMBALIUNG, WartaBerau.id -Walau upaya pembersihan sampah di pinggir jalan Bukit Ilanun Kelurahan Sambaliung telah dilakukan, hal itu belum menjadi solusi akhir penanggulangan kebersihan lingkungan di kawasan tersebut. Jumat (25/04/2025).
Bahkan pemasangan spanduk himbauan sebagai petunjuk keberadaan amrol oleh pihak Kelurahan Sambaliung seperti terabaikan, tidak merubah kesadaran warga, tumpukan sampah rumah tangga kembali terulang sedikit demi sedikit pada area yang sama.

Hal itu terjadi bukan saja kurang perhatian dan kesadaran masyarakat setempat yang selalu di harapkan, namun fasilitas, pengendalian dan pengelolaan dalam penempatan tempat pembuangan sampah (TPS) yang ramah lingkungan juga perlu perhatian serius pemerintah dari OPD terkait.
Warga sekitar, Umi (48) kerap merasa takut ketika menuju area amrol pembuangan sampah tersebut, selain gelap pada malam hari juga jalanan yang licin karena genangan air tanah, selain itu dikatakannya sering terlihat berkerumunan anjing liar di sekitar lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di belakang lapangan bola Sambaliung.
“Gelap sekali kalau malam atau subuh, saya tidak berani, kalau bisa dikasi lampu yang terang, dipindah saja yang ada diatas bukit itu satu kesini (area amrol),” ujarnya sembari membawa pelastik sampah. Jum’at (25/4).

Warga lain juga mengatakan telah disiapkan satu amrol sampah yang berada di area belakang lapangan bola Kelurahan Sambaliung, kendati keberadaan satu amrol dianggap kurang cukup menampung sampah karena padatnya penduduk sekitar.
“Amrol ini cepat penuh karena kapasitas tampung tidak cukup dengan banyaknya sampah yang dibuang,” ujar warga lainnya dilokasi TPS.
“Jalan becek begini biar dilihat, maunya kita bersih tapi kondisi seperti ini membuat warga memilih secara diam-diam membuang di pinggir jalan yang di atas bukit,” ungkapnya.
Lurah Sambaliung Iskandar Zulkarnain, membenarkan jalur di Bukit Ilanun sudah dilakukan pembersihan namun ditumpuk sampah kembali oleh warga. Terkait kurangnya amrol, Ia katakan telah masuk usulan penambahan untuk beberapa titik lokasi TPS.
“Sudah jadi penyakit mental yang buang dibukit ilanun itu,” ucapnya.
“Kita usulkan (amrol) beberapa titik lagi,” tambahnya.
(Red)













