BERAU, — Setelah melalui serangkaian seleksi ketat selama tiga bulan terakhir, sebanyak 30 siswa binaan Prima School resmi mengikuti Basic Operator Program (BOP) di PT. Prima Sarana Gemilang (PSG), Selasa, (11/11 2025).
Kegiatan berlangsung di Site Sambarata dan diikuti peserta dari tiga wilayah lingkar tambang: Kampung Tasuk, Kelurahan Rinding, dan Kelurahan Teluk Bayur. Saat ini, para peserta sedang menjalani tahapan Bimbingan Mental dan Fisik (Bintalsik) yang dilaksanakan bekerja sama dengan aparat TNI.
Kepala HRD PT. PSG, Rudi, menyampaikan bahwa program ini masih akan berlanjut ke beberapa tahap penting lainnya sebelum peserta resmi bergabung dengan perusahaan.
“Setelah Bintalsik, peserta akan mengikuti pembekalan unit, pelatihan keselamatan kerja (safety), pengenalan komponen, serta teknik pengoperasian. Tahap terakhir adalah pembentukan karakter agar siap menghadapi dunia kerja,” Tekannya.
Rudi menambahkan, PSG menghadirkan trainer berpengalaman dari luar perusahaan agar siswa Prima School benar-benar menguasai kompetensi dan memiliki sertifikasi resmi. Program ini juga menjadi wujud komitmen PSG untuk menciptakan tenaga kerja profesional, multitalenta, dan transparan tanpa adanya titipan atau intervensi.
Acara pelepasan turut dihadiri oleh tokoh masyarakat lingkar tambang, perwakilan kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Kampung, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau.
Perwakilan Disnakertrans Berau, Adji Lidya, yang hadir mewakili Kepala Dinas Zulkifli Azhari, mengapresiasi mekanisme rekrutmen dan pembinaan yang diterapkan PT. PSG.
“Sistem seperti ini dapat melahirkan tenaga kerja yang unggul dan profesional tanpa nepotisme dan kesenjangan, PT. PSG bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Rinding, Misrin, menyampaikan apresiasi kepada PT PSG atas kesempatan yang diberikan kepada warga sekitar tambang.
“Kami berterima kasih atas kuota yang diberikan di setiap wilayah lingkar tambang. Semoga kerja sama ini terus berlanjut,” katanya.
Program BOP ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas serta memperkuat sinergi antara dunia industri dan masyarakat sekitar tambang. (Adv/GT/red)













