Pedagang Pasar Adji Dilayas Gelar Aksi, Tolak Portal Berbayar E-Cash

TANJUNG REDEB, —Ratusan pedagang di Pasar Adji Dilayas (PSAD) berunjuk rasa sebagai bentuk protes atas pemberlakuan portal berbayar menggunakan sistem E-cash di area pasar, Rabu (25/02/2026

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 wita dipicu keluhan pedagang yang mengaku dagangan mereka sepi pembeli sejak diberlakukannya portal elektronik beberapa hari terakhir.

Terlihat pihak pengamanan dari kepolisian telah berjaga di lokasi pasar tersebut, Para pedagang menilai kebijakan itu membuat masyarakat enggan masuk ke kawasan pasar karena harus mengantri yang terlalu panjang.

Pasar Adji Dilayas sendiri dikenal sebagai pusat aktivitas pasar subuh yang menyediakan aneka kebutuhan pokok, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, ikan dan hasil laut segar, hingga perlengkapan dapur dan perabot rumah tangga.

Salah satu pedagang menyebutkan, sejak portal berbayar diterapkan, omzet penjualan menurun drastis.

“Biasanya ramai pembeli dari subuh. Sekarang jauh berkurang. Pembeli mungkin keberatan harus bayar dulu hingga lama antri untuk dapat parkiran masuk,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, warga yang berbelanja dan pedagang meminta kepada pihak UPT Pasar Adji Dilayas  agar tidak memberlakukan sistem portal berbayar tersebut. Mereka berharap akses keluar-masuk pasar dapat kembali normal kembali seperti biasanya.

Menanggapi tuntutan massa, pihak UPTD Pasar Dilayas akhirnya menyatakan bersedia membuka portal dan menghentikan sementara penerapan sistem E-cash. Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan para pedagang saat gelombang aksi berlangsung.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, massa aksi pun membubarkan diri secara tertib. Situasi di Pasar Adji Dilayas kembali kondusif dan aktivitas jual beli diharapkan dapat kembali normal seperti sediakala.

 

(*/Jou)

error: Content is protected !!