BERAU, — Kisah memilukan datang dari Andi (40), warga asal Kabupaten Bantaeng yang merantau di Berau. Lelaki yang awalnya ini bekerja sebagai kuli serabutan, kini tengah berjuang melawan penyakit aneh yang di derita hingga telah merusak ujung jari tangan dan kakinya.
Kondisi itu membuat beberapa jari kaki harus hilang dan rasa sakit berkepanjangan menyebabkan ia tak mampu bekerja selama hampir satu bulan terakhir.Selasa (9/12/2025).
Tinggal seorang diri tanpa keluarga dekat tambah membuat kehidupan Andi kian memprihatinkan. Selain menanggung rasa sakit, ia juga harus menghadapi keterbatasan ekonomi di tengah kondisi tempat tinggal yang jauh dari layak.
Dinas Sosial Kabupaten Berau: Kasus ini Ditangani dan Dipantau
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah memonitor dan segera menangani kondisi Andi.
“Sudah berada dalam penanganan Dinsos. BPJS-nya sudah di aktifkan dan kami fasilitasi untuk keperluan berobat,” ujar Iswahyudi saat dikonfirmasi Selasa (9/12/2025).
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial akan terus melakukan pendampingan dan membantu dalam meringankan beban.
Selain itu, proses reunifikasi estafet masih di koordinasi pada Dinas Sosial Provinsi, juga sedang disiapkan untuk memastikan penanganan yang tepat.
“Kami selalu berkoordinasi dengan paguyuban daerah asal di Berau untuk membantu proses penanganan. Banyak warga dari berbagai daerah seperti Kaltara, Samarinda, Balikpapan, Sulawesi, NTT hingga Papua yang sebelumnya sudah kami reunifikasi dengan keluarganya,” ungkapnya.
Harapan dari Rekan Dekat Andi
Hasbullah, teman yang selama ini membantu Andi, berharap agar sahabatnya tersebut dapat dipulangkan ke kampung halamannya di Bantaeng.
Menurutnya, meski Andi sudah sering kali menjalani pengobatan medis di rumah sakit, kondisinya tidak menunjukkan perkembangan berarti, ditambah lagi tempat tidur yang di tempati merupakan gudang semen dan peralatan kerja bangunan, itu pun juga di beri tempat sebagai jaga malam. Dengan makan seadanya tidak jarang hanya mie instan.
“Kami berharap Andi bisa dibawa pulang ke Bantaeng. Di sana mungkin keluarganya bisa memberikan perawatan lebih baik dan mencari alternatif pengobatan lain. Kondisi tempat tinggalnya sekarang ini juga tidak layak untuk orang sakit,” kata Hasbullah.
Uluran tangan dari orang baik sangat diharapkan membantu pemulihan Andi dari penyakit yang dialaminya.
(*/Red)













