TANJUNG REDEB, — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb memperkuat keamanan dan ketertiban dengan menggelar inspeksi dan razia kamar hunian warga binaan, Kamis (5/2/2026) malam.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Danur Tri Gonggo, bersama jajaran pengamanan, dengan menggandeng TNI Polri sebagai langkah deteksi dini potensi gangguan keamanan. Razia yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut menyasar sejumlah blok dan kamar hunian warga binaan.
Sebelum pelaksanaan, seluruh petugas mengikuti apel untuk memastikan kesiapan personel dan prosedur. Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permana, menegaskan bahwa kegiatan razia dilaksanakan secara profesional, terukur, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Penguatan pengamanan ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang berfokus pada pencegahan peredaran narkoba, penipuan dengan berbagai modus, serta potensi gangguan keamanan lainnya di dalam Lapas maupun Rutan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan razia, warga binaan terlebih dahulu diminta keluar kamar secara tertib untuk menjalani pemeriksaan badan. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa saat petugas melakukan penggeledahan kamar.
Setelah kamar dikosongkan, petugas memeriksa seluruh bagian ruangan secara detail, mulai dari tempat tidur, lemari, celah dinding, hingga sudut-sudut ruang yang berpotensi dijadikan tempat penyimpanan barang terlarang.
Dari hasil razia di 9 kamar hunian yang terdiri dari kamar A3, A4, B3, B4, B5, B6, C1, C2, dan E2, petugas menemukan sejumlah barang terlarang. Di antaranya dua unit kipas angin, lima senjata tajam rakitan, satu palu, dua sendok besi, dua mata gerinda, satu kabel, sembilan pecahan kaca, lima kaleng, dan tiga paku.
“Seluruh barang temuan telah didata, diinventarisasi sesuai prosedur, dan langsung dimusnahkan,” kata Danur Tri Gonggo.
Penertiban razia rutin akan terus ditingkatkan sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Selain itu, penguatan kedisiplinan petugas dan langkah deteksi dini juga menjadi fokus utama guna menciptakan kondisi rutan yang tetap kondusif.
(*/Red)













