BERAU – Sejumlah warga Kabupaten Berau menyuarakan keresahan atas maraknya kegiatan hiburan malam di kawasan Tanjung Redeb yang dinilai kurang pengawasan dan tidak memberikan dampak retribusi bagi daerah.
Salah satu yang menjadi sorotan terbaru yaitu acara musik bertajuk Iceperience.ID yang menghadirkan DJ ternama asal Jakarta, Nathalie Holscher.
Informasi yang diterima awak media menyebutkan, pengunjung masuk ke salah satu tempat hiburan malam tanpa adanya tiket retribusi resmi dari pemerintah daerah, melainkan melalui pemindaian barcode.
“Ini sangat disayangkan. Event besar masuk, tapi daerah belum tentu mendapatkan pemasukan dari retribusi sebagaimana mestinya,” ucap salah satu pengunjung. Sabtu,(25/10).
Kekhawatiran masyarakat bukan hanya soal potensi kebocoran pendapatan daerah, tetapi juga dampak sosial yang timbul akibat menjamurnya tempat hiburan malam di Tanjung Redeb dan Sekitarnya.
Warga Pulau Panjang R (36) yang bekerja sebagai ASN, mengaku rumah tangganya terguncang setelah mendapati suaminya berada di salah satu tempat hiburan malam.
“Awal Oktober kemarin saya memergoki suami di lokasi hiburan malam di Murjani Ujung. Kami sempat bertengkar hebat. Anak-anak yang membuat kami berpikir ulang soal perceraian,” ucapnya.
Elemen masyarakat berharap pemerintah lebih tegas mengatur operasional hiburan malam agar tidak menimbulkan kemelut sosial di masyarakat.
Sejumlah pemerhati kebijakan pemerintah menilai, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan, retribusi, dan pengawasan tempat hiburan malam agar kepastian hukum dan ketertiban sosial tetap terjaga di bumi Batiwakkal.
Karena itu, penegakan Peraturan Daerah (Perda) Berau Nomor 11 tahun 2010 dianggap sudah tidak relevan terhadap Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, Hal itu berujung pada geseran perkembangan terhadap regulasi nasional sehingga memerlukan revisi segera mungkin.
(*/Red)













