BERAU, – Proses kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terhadap rencana pengembangan konsesi pelabuhan laut oleh PT Mitra Samudera Kreasi (MSK) di Muara Pantai, Kabupaten Berau,menarik perhatian khusus.
Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Kalimantan Timur, Bastian menilai kajian tersebut idealnya dilakukan secara lebih komprehensif, dan transparan.
Dikatakannya, dalam proses kajian AMDAL tersebut, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb sebagai otoritas setempat perlu melakukan analisis lebih cermat dalam tahapan perijinan pelabuhan, termasuk kesiapan alat dan fasilitas pendukung operasional dari PT MSK.
Selain itu, keberadaan alat dan fasilitas pendukung merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan infrastruktur pelabuhan. Oleh karena itu, aspek tersebut seharusnya menjadi bagian penting dalam penilaian AMDAL, selain dampak terhadap lingkungan hidup.
“Alat dan fasilitas pendukung merupakan bagian integral dari pembangunan pelabuhan. Kajian AMDAL tidak hanya fokus pada dampak lingkungan semata, tetapi juga harus menilai kelengkapan serta kesesuaian peralatan dan fasilitas yang akan digunakan,” jelas Bastian.
Untuk itu, kelengkapan peralatan serta fasilitas pelabuhan yang memenuhi standar tidak hanya berdampak pada kelancaran operasional, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek keselamatan kerja, efisiensi kegiatan pelabuhan, serta upaya meminimalkan potensi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul rencana wilayah konsesi pelabuhan di kawasan Muara Pantai Berau yang saat ini tengah mensosialisasi pada tahap kajian teknis dan lingkungan oleh PT.MSK dengan target pelaksanaan operasional pada tahun 2026.
FKPPI Kaltim juga menilai bahwa proses kajian AMDAL sebaiknya melibatkan pengawasan yang lebih ketat dalam partisipasi dari berbagai kepedulian pembangunan hingga berjalan secara akuntabel dan berkelanjutan dalam pencapaian pertimbangan berbagai aspek secara matang sejak tahap awal.
“Dengan kajian yang komprehensif dan independen, pembangunan pelabuhan di Muara Pantai diharapkan tidak hanya berorientasi pada produktivitas ekonomi, tetapi juga menjamin aspek keselamatan, tata kelola yang baik, serta perlindungan lingkungan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
(tim)













