Waduh!!, Wali Murid Kecewa Dalam Kurma Menu MBG  Ramadhan di Sambaliung Ada Telur Rayap Kecil

SAMBALIUNG, -Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam penyesuaian menu di bulan Ramadhan yang serentak pada 23 Februari 2026 lalu menuai kekecewaan para orang tua siswa-siswi di kelurahan Sambaliung, Kamis (26/02/2026).

Pasalnya Program Nasional sebagai solusi pemenuhan gizi pelajar yang berlangsung selama Ramadan, justru diwarnai keritikan pedas para ibu-ibu wali murid, karena dianggap komposisi pada buah kurma ada yang tidak layak di makan.

Sejumlah wali murid Sekolah Dasar di sambaliung mengaku terkejut saat memeriksa salah satu menu utama buah kurma di paket MBG yang dibawa anak mereka dari sekolah ditemukan dalam kondisi terdapat sarang telur rayap kecil dan berjamur.

Kejadian ini sempat di posting di media sosial,sindiran pedas pun membanjiri laman komentar.

“Jangan divideokan nanti dibuli malah… ahli gizi, cemilan atau makanan bergizi,” sindir seorang netizen.

“Sudah tak layak, ini jelas kurang pengawasan”, tegas salah satu wali murid, Kamis (26/02/2026).

“Kalo bilang mereka “Syukuri aja” apa yang mau di syukuri kalo begini”.

Tak hanya soal kualitas kurma, komposisi telur rebus dalam menu juga menuai tanya para orang tua siswa, Dua butir telur ayam dengan menu lainnya dirapel untuk pembagian tiga hari berpuasa, mirisnya telur rebus dengan ukuran bervariasi sedang dan kecil. Kondisi ini dinilai jauh dari standar kecukupan gizi yang seharusnya menjadi tolak ukur terlaksana program dengan baik.

Selama Ramadan, menu MBG telah direkomendasikan tidak menggunakan makanan yang cepat basi karena dikonsumsi saat waktu berbuka. menu yang dibagikan kepada pelajar terdiri dari susu, kacang, telur, kurma, jenis buah-buahan seperti apel, jeruk dan anggur.

Kekecewaan acapkali terjadi terhadap lemahnya kontrol pada kualitas dari komposisi menu di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sambaliung dalam menjalankan program MBG.

Hingga berita ini diturunkan, pihak ahli gizi dapur MBG Sambaliung telah dikonfirmasi namun belum memberikan penjelasan terkait hal yang terjadi.

Program yang seharusnya menjamin asupan bergizi bagi pelajar justru menimbulkan keresahan. kualitas yang diharap layak untuk di konsumsi, serta pengelolaan yang baik sangat diharapkan.

Salah satu komite sekolah berpendapat MBG bukan sekedar reputasi program bagi-bagi makanan. Namun asupan gizi penting yang menyasar anak-anak semestinya dengan standar pengawasan ketat, bukan justru terkesan asal jalan. lemahnya pengawasan maka yang dipertaruhkan keselamatan kesehatan siswa/i para pelajar generasi muda.

 

(*Red)

error: Content is protected !!