BERAU, – Peran Dinas Perhubungan Kabupaten Berau dalam membenah Dermaga Wisata Sanggam yang melayani rute menuju Pulau Derawan dan sejumlah wilayah pesisir lainnya menjadi Perhatian.
Di balik anggaran yang minim di tahun 2026, kondisi pelabuhan tersebut perlu pembenahan, pasalnya terlihat kurang terawat dan dinilai berbagai pihak belum mencerminkan fasilitas pelayanan transportasi publik dan kepariwisataan yang moderen.
Sejumlah kerusakan pada area pelabuhan terlihat di beberapa bagian lantai keramik terlihat retak dan pecah, kamis 15/01/2026, Sementara bangunan pos jaga pada tiang ditutupi Metal Clad Panel (MCP) beberapa tahu lalu telah terkeluas.
Selain warna cat bangunan tampak pudar, dan beberapa bagian struktur menunjukkan tanda-tanda keausan akibat usia serta keramik yang retak perlu diganti sebagai penunjang jalur wisata daerah.
Meski diketahui terdapat anggaran pemeliharaan fasilitas dari pemerintah daerah, namun secara kasat mata kondisi fisik bangunan pelabuhan belum menunjukkan perawatan yang optimal.
Hal ini belum sepenuhnya menunjang efektivitas pengelolaan dan pemeliharaan terhadap sarana prasarana pelabuhan tersebut yang menyangkut kepentingan publik.
Pelabuhan penyeberangan ini memiliki peran strategis sebagai pusat pelayanan transportasi laut bagi masyarakat, khususnya pengguna speed boat yang melakukan penyeberangan menuju kawasan wisata unggulan Pulau Derawan serta daerah pesisir lainnya di Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Berau Andi Marewangeng mengungkapkan minimnya anggaran pemeliharaan membuat perawatan berkala banyak belum tersentuh diantaranya fasilitas fisik pelabuhan. Namun akan dilakukan upaya percepatan perbaikan bertahap.
“Kami melakukan pembenahan fokus pada area parkir dan bagian atap yang mengalami kebocoran di akhir tahun lalu, dan beberapa titik lainnya,” ujarnya.
Setiap harinya, pelabuhan ini menjadi sentral keberangkatan utama warga lokal, wisatawan, hingga pelaku usaha.
Kondisi fasilitas yang kurang layak dikhawatirkan dapat berdampak pada kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jasa.
Dengan begitu, citra daerah sebagai destinasi wisata juga berpotensi terdampak apabila fasilitas pendukung tidak dijaga dengan baik.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, dapat segera melakukan evaluasi serta perbaikan nyata terhadap kondisi pelabuhan.
Perawatan yang berkelanjutan dinilai penting agar fasilitas publik ini dapat berfungsi secara optimal dan memberikan dampak layanan yang layak bagi masyarakat maupun para kunjungan wisatawan.
(Ar)













