Pelayanan Kesehatan Terganggu, Satu Dokter Umum Tangani Dua Ruangan Kesehatan Anak Sekaligus di Puskesmas Sambaliung

SAMBALIUNG, – Pemandangan yang memprihatinkan terlihat di Puskesmas Sambaliung, Senin (3/11/2025). Belasan anak harus menunggu lama untuk mendapatkan pemeriksaan karena hanya satu dokter umum yang melayani dua ruangan sekaligus pada ruang Kesehatan Anak dan ruang KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

Dokter yang seharusnya fokus pada pasien anak terpaksa berpindah-pindah ruangan, menyebabkan antrean panjang dan pelayanan menjadi sangat lambat. Situasi ini menimbulkan keluhan keras dari orang tua pasien yang kecewa dengan lambannya respons puskesmas terhadap tingginya kebutuhan layanan medis.

“Kami datang dari pagi, tapi sampai 2 jam belum juga diperiksa dokter. Anak saya sudah rewel karena terlalu lama menunggu,” keluh salah satu warga Sambaliung yang mengantre bersama anaknya.

Suasana ruang tunggu pun penuh dengan tangisan anak-anak yang kelelahan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tapi juga berpotensi membahayakan kesehatan pasien karena keterlambatan penanganan medis.

Warga menilai, minimnya tenaga dokter di Puskesmas Sambaliung mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap pelayanan dasar kesehatan.

“Kami ini warga kecil, mau pakai BPJS kesehatan atau tidak, tetap berharap pelayanan cepat dan ideallah. Jangan sampai anak sakit makin parah karena situasi ini,” tambahnya.

Dari pantauan di lapangan, wilayah Sambaliung yang berpenduduk padat hanya memiliki dua dokter umum untuk melayani seluruh kebutuhan kesehatan masyarakat. Jumlah ini jelas tidak sebanding dengan beban pelayanan yang harus ditangani setiap harinya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar tentang keseriusan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal di seluruh wilayah.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau belum dapat dimintai konfirmasi. Nomor kontak yang biasa dihubungi redaksi diketahui telah diblokir sejak beberapa waktu lalu, sehingga tanggapan resmi dari pihak dinas belum tersedia.

 

(*/Ar)

error: Content is protected !!